Langsung ke konten utama

Doa untuk Orang Sakit

Ada beberapa doa untuk kesembuhan yang bisa Anda lafalkan. Doa-doa ini bisa Anda sampaikan dari jauh.

Doa #1

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā'an lā yughādiru saqaman.

Artinya:
"Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkan-lah penyakit. Berikan-lah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri."

Doa untuk orang sakit ini dibacakan Rasulullah SAW untuk keluarganya, sebagaimana tersemat dalam HR Bukhari dan Muslim.

Doa #2

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba'sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā'u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

Artinya:
"Tuhan manusia, sapu-lah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau."

Doa ini dibacakan Rasulullah SAW saat merukiah salah seorang sahabat.

Doa #3

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As'alullāhal azhīma rabbal 'arsyil 'azhīmi an yassfiyaka.

Artinya:
"Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu."

Dalam HR Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa di atas sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit.

Doa #4

Anda dapat mengganti nama Sa'ad atau Sa'dan dengan nama orang yang sakit.

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allāhummasyfi [Sa'dan/nama orang yang sakit]. Allāhummasyfi [Sa'dan/nama orang yang sakit]. Allāhummasyfi [Sa'dan/nama orang yang sakit].

Artinya:
"Tuhanku, sembuhkan [nama orang yang sakit], sembuhkan [nama orang yang sakit], sembuhkan [nama orang yang sakit]."



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama nama syurga

Mari Belajar Nama-Nama Surga! inilahkoran.com Feb 4, 2018 5:44 AM SURGA adalah sebuah nama yang telah dikenal oleh setiap manusia, baik muslim maupun kafir sebagai tempat yang penuh dengan kenikmatan. Namun hanya muslim lah yang berhak untuk tinggal di surga, adapun orang kafir, tempat kembalinya adalah neraka. Allah Taala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya." (QS. Al-Bayyinah: 6-8) Surga berarti kebun yang di dalamnya terdapat banyak pohon dan kurma....

Rezeki menurut Al Qur'an

Simak! Ketahuilah ini 4 Cara Allah Memberi Anda Rezeki Menurut Al-Quran jambi.tribunnews.com Jan 31, 2018 1:45 PM 29092017 Berdoa  TRIBUNJAMBI.COM  - Anda seringkali merasakan sempitnya jalan mencari rezeki dan lebih banyak hanya menunggu rezeki dibandingkan berikhtiar maksimal? ketahuilah menjemput rezeki Allah SWT adalah kewajiban setiap mahluk. Diterangkan dalam Al-Qur'an, ada 4 cara Allah SWT memberi rezeki kepada makhluk-Nya: 1.Tingkat rezeki pertama, yaitu yang dijamin oleh Allah “Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. Hud: 6). Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah. 2.Tingkat rezeki kedua, yaitu yang didapat sesuai dengan apa yang diusahakan “Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. An-Najm: 39). Allah akan memberikan r...

Hal yang di kecam Allah SWT

Empat Perbuatan Baik yang Dikecam Allah warta.sumedang.info Feb 12, 2018 5:16 AM TIDAK semua perbuatan baik dengan sendirinya menjadi baik. Perbuatan baik terlihat baik dilihat dari dhohirnya (perbuatan luar) saja, akan tetapi dari sisi batin si pelaku tidak ada yang tahu kecuali si pelaku sendiri dan Pemilik nyawanya. Ada pondasi dasar yang harus menjadi acuan dalam perbuatan baik tersebut, yaitu niat dan keikhlasan. disaat seseorang memberi sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan, maka secara dhohir perbuatan itu ialah baik, namun siapa yang mengetahui motif dari perbuatan itu atau niat si pelaku? Inilah nilai berat dari sebuah perbuatan baik; tidak semua orang memiliki keinginan berbuat baik, tidak semua orang bisa melaksanakan niat baiknya, terlebih lagi, tidak semua niat baik bisa terlaksana dengan keikhlasan, demi mengharap kerelaan Allah Swt semata. Alquran menyebutkan, ada perbuatan-perbuatan baik namun Allah Swt sendiri mengecam perbuatan itu dan amal baiknya menjad...