Research menemukan bahwa anak yang rasa humor dengan sangat baik mungkin juga sangat cerdas.
Dalam studi tersebut, para peneliti mengumpulkan 217 peserta siswa di kelas enam dan tujuh, yang semuanya berasal dari tujuh sekolah berbeda di sebuah kota besar di bagian barat tengah Turki.
Sebagian besar siswa berada dalam kisaran normal, sedangkan 8,3 perseghfn berada di bawah kisaran normal dan 17,5 persen dianggap sangat cerdas.
Setelah tingkat kecerdasan di antara para siswa ditetapkan, para peneliti memberikan penilaian mengenai tingkat selera humor.
Sepuluh kartun diberikan kepada siswa, lima di antaranya tidak memiliki teks dan sisanya memiliki satu teks. Keterangan siswa dinilai oleh pakar humor yang menilai mereka untuk kelucuan dan relevansi.
Kecerdasan berkorelasi dengan humor
Anak-anak dengan penalaran verbal dan pengetahuan umum yang lebih tinggi cenderung memiliki selera humor yang juga lebih tinggi.Secara keseluruhan, kecerdasan menyumbang 68 persen dari perbedaan kemampuan humor di antara para siswa.
"Kami sangat tertarik pada kualitas humor yang dibuat oleh anak-anak tetapi dievaluasi oleh orang dewasa," kata pemimpin studi tersebut, Profesor Ugur Sak dari Anadolu University.
"Orangtua dan guru harus menyadari bahwa jika anak-anak atau siswa mereka sering membuat humor berkualitas, kemungkinan besar mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa," sambung dia.
Kendati demikian, Sak menjelaskan bahwa studi tersebut tidak menemukan hubungan yang sama antara kecerdasan dan humor pada orang dewasa, tetapi para peneliti percaya bahwa budaya juga berperan dalam hal ini.
Lelucon yang dianggap lucu di satu budaya bisa jadi meleset di budaya lain. Demikian pula, perilaku tertentu yang terkait dengan kecerdasan dalam satu budaya bisa ditafsirkan sama sekali berbeda di tempat lain.
"Sementara humor sering digunakan untuk hiburan oleh orang dewasa, anak-anak kebanyakan menggunakannya untuk penerimaan teman sebaya. Oleh karena itu, sifat humor orang dewasa dan anak berbeda," imbuhnya.
Komentar
Posting Komentar