Langsung ke konten utama

Bermuda triangle

Ahli: Segitiga Bermuda Baru Muncul di Dekat Indonesia

m.liputan6.com

Feb 6, 2018 8:23 PM

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pakar kemaritiman untuk firma konsultan manajemen risiko asal Jerman yang juga mantan kapten kapal tanker selama 14 tahun mengafirmasi mengenai eksistensi segitiga bermuda baru di kawasan Indo Pasifik -- dekat dengan Indonesia, yang beberapa waktu terakhir kerap menjadi buah bibir di dunia pelayaran.

Rahul Khanna yang menjabat sebagai Global Head of Marine Risk Consulting Allianz memaparkan bahwa penyebutan segitiga bermuda baru di wilayah maritim Indo Pasifik itu lazim diasosiasikan sebagai lokasi sejumlah kecelakaan maritim yang terjadi sepanjang 2017 hingga awal 2018 ini.

Khanna menggambarkan segitiga bermuda baru itu berada pada kawasan maritim yang terhubung pada tiga titik yang dihubungkan dengan garis imajiner. Tiga titik itu terletak di Laut Andaman di Samudera Hindia, Laut Maluku, hingga Laut Jepang Utara.

"Telah banyak yang menyebut bahwa kawasan yang luas itu kerap disebut sebagai segitiga bermuda baru," kata Khanna seperti dikutip dari portal multimedia progresif Amerika Serikat Big Think (6/2/2018).

"Mungkin penyebutan itu terlalu berlebihan, namun jelas kawasan maritim itu merupakan salah satu lokasi di mana insiden perkapalan kerap terjadi. Tak hanya sibuk, kawasan tersebut juga rentan akan cuaca buruk. Dan, menurut pandangan saya, kawasan itu kerap kali tidak menerapkan standar keamanan pelayaran sesuai dengan regulasi internasional," tambahnya.

Kecelakaan yang menimpa banyak kapal di kawasan tersebut, meliputi tabrakan, kebocoran lambung atau isi kargo kapal, kebakaran, ledakan, hingga tenggelam.

Terakhir kali, kapal tanker minyak Sanchi asal Iran yang berbendera Panama mengalami kebakaran, meledak, dan tenggelam di Laut China Selatan setelah menabrak kapal tanker CV Crystal berbendera Hong Kong pada awal Januari 2018.

Insiden itu tak hanya menewaskan seluruh awak kapal Sanchi, tetapi juga mengakibatkan bencana lingkungan, di mana minyak yang dibawa kapal tersebut tumpah ke laut di kawasan segitiga bermuda baru tersebut.

Mencakup 40 Persen dari Total Kerugian Pelayaran Global

Kapal tanker minyak Iran hampir tenggelam usai mengalami kebakaran di Laut Cina Timur (14/1). Kapal tanker bernama Sanchi ini sebelumnya bertabrakan dengan kapal kargo hingga akhirnya terbakar di lepas pantai timur Shanghai. (Ministry of Transport via AP)

Sementara itu, seperti dikutip dari Big Think, kawasan segitiga bermuda baru yang terbentang dari Indo China, Indonesia, Semenanjung Malaya, Semenanjung Korea dan Jepang itu telah menjadi tempat terdepan dalam kecelakaan maritim di dunia.

Pada 2016 saja, 34 kapal mengalami kecelakaan di wilayah tersebut -- membentuk sekitar 40 persen dari total 85 kerugian pelayaran global, menurut perusahaan asuransi kelautan Allianz.

Sementara itu, laporan MarineLink menyebut bahwa kawasan segitiga bermuda baru itu memiliki rata-rata 39 total kerugian kapal per tahun, sekitar sepertiga dari jumlah seluruh dunia.

Bahkan Angkatan Laut Amerika Serikat turut memiliki masalah di wilayah itu, melibatkan USS Lake Champlain, USS Fitzgerald, USS Antietam dan USS John McCain.

Tujuh belas pelaut kehilangan nyawa mereka dalam bencana yang melibatkan kapal perusak Fitzgerald dan John S. McCain, kata Navy Times.

Meskipun tidak ada yang misterius dari kejadian itu jika dipertimbangkan secara kasus-per-kasus, banyaknya kecelakaan yang terjadi memicu banyak orang membandingkan kawasan tersebut dengan Segitiga Bermuda di Amerika Tengah.

Di sisi lain, Volker Dierks, yang mengepalai firma Allianz untuk Eropa Tengah dan Timur, menganggap seluruh insiden tersebut dipicu atas fakta bahwa "kapal semakin besar," yang meningkatkan risiko tabrakan.

Ilmuwan Ini Akhiri Misteri Segitiga Bermuda?

Segitiga Bermuda (Foto: Noaa National Ocean Service).

Seorang ilmuwan asal Australia, Karl Kruszelnicki, membantah sejumlah spekulasi yang beredar soal Segitiga Bermuda. Dengan lantang, ia mengatakan bahwa misteri di sana telah terpecahkan.

Karl bersikeras bahwa alasan di balik lenyapnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda, sama sekali tak terkait dengan alien, kristal api dari Atlantis yang hilang, atau hal-hal supranatural lainnya.

Ia mengatakan, hilangnya pesawat dan kapal di wilayah imajiner yang menghubungkan tiga titik, yakni Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda itu, sebenarnya disebabkan karena kesalahan manusia dan cuaca buruk.

Menurutnya, wilayah imajiner yang mencakup 700.000 kilometer persegi di Samudra Atlantik itu merupakan daerah dengan lalu lintas tinggi. "Letaknya dekat dengan Ekuator, dekat dengan bagian kaya di Bumi -- Amerika -- tentu saja lalu lintas akan tinggi," ujar Karl.

Dikutip dari Independent pada 27 Juli 2017, ia mengatakan jika jumlah pesawat dan kapal yang hilang dibandingkan dengan yang berhasil 'lolos' setiap harinya, maka angka tersebut tak ada yang aneh.

"Menurut Lloyd's of London dan Coastguard AS, jumlah yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan jumlah di mana pun di dunia secara presentase," ujar Karl.

Ia juga menjelaskan, ada penjelasan sederhana yang memicu awal munculnya spekulasi Segitiga Bermuda, yakni hilangnya 'Flight 19'.

Flight 19 adalah penerbangan 5 pesawat pembom milik militer AS yang berangkat dari Fort Lauderdale, Florida, untuk misi pelatihan dua jam rutin di atas Atlantik pada 5 Desember 1945.

Setelah kehilangan kontak radio dengan basis mereka, kelima pesawat itu lenyap. Tidak ada jejak dari lima pesawat tersebut, pun dengan 14 awak mereka.

Pesawat Angkatan Laut AS lainnya dengan 13 awak yang dimaksudkan untuk mencari Flight 19, juga menghilang.

Spekulasi Segitiga Bermuda semakin mencuat pada 1964 ketika seorang wartawan, Vincent Gaddis, menjuluki laut di sebelah tenggara pantai Atlantik AS dengan nama 'the Bermuda Triangle'. Gaddis memberi judul tersebut untuk sebuah artikel mengenai hilangnya pesawat Angkatan Laut AS, Flight 19.

"Daerah yang relatif terbatas ini adalah tempat lenyapnya pesawat yang jauh melampaui hukum kebetulan. Sejarah misteri itu berasal dari cahaya misterius, yang diamati Colombus saat pertama kali mendekati pendaratannya di Bahama," tulis Gaddis.

Baca lengkapnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik sembuhkan sakit kepala dalam 5 menit

Inilah Tehnik Sembuhkan Sakit Kepala Hanya dalam Waktu 5 Menit inspiradata.com Feb 24, 2018 7:24 PM Foto: Iluminasi Semua penyakit yang kita rasakan ternyata tidak melulu harus diatasi dengan obat. Meski ada baiknya, terlalu sering meminum obat terkadang memberikan efek buruk bagi kesehatan. Begitu juga pada sakit kepala. Anda tidak harus selalu mengobatinya dengan obat. Salah satu pengobatan yang tidak menggunakan obat adalah tehnik akupresure. Dikutip dari laman  Bright Side , teknik ini adalah teknik pengobatan alternatif yang melibatkan pemberian tekanan lembut namun bertenaga pada bagian tertentu pada tangan dan kaki (terkadang termasuk pergelangan tangan) yang berhubungan dengan bagian tubuh yang mungkin terasa sakit. Setelah melakukan pijatan akupresure, sakit kepala biasanya akan hilang dalam waktu 5-10 menit. Untuk menghilangkan sakit kepala secara tepat, adav 6 poin utama dalam tehnik akupresure. Berikut penjelasannya. 1. Zan Zhu Points Shareably Titik simetri...

Stadion yg mirip rumah hantu

Lebih Mirip Rumah Hantu, Inilah 5 Stadion Klub Indonesia yang Kini Sudah Menemui Ajal boombastis.com Jun 21, 2018 12:04 PM Dimasanya, stadion ini pernah merasakan jaya Setiap klub sepakbola pasti punya impian untuk memiliki stadion sendiri, pun demikian dengan para supporternya. Mendukung tim kesayangan ketika berlaga kandang, terlebih apabila sudah memiliki stadion sendiri,  merupakan salah satu hal yang sangat membanggakan. Apalagi kalau stadionnya dibangun sangat megah dan mahal, tentu bisa menaikkan gengsi klub yang menempati. Namun terkadang, pepatah habis manis sepah dibuang juga berlaku pada klub yang punya stadion bagus. Alih-alih dirawat dengan baik karena sudah dibangunkan, yang ada malah keadaannya tidak lebih dari sebuah sawah lantaran tergenang banjir dan ditumbuhi tanaman liar lalu. Lalu stadion mana sajakah itu? Simak ulasan berikut. Stadion Ludung Mekong Aceh mirip sawah Ludung Mekong Aceh [sumber gambar] Meskipun dana miliaran rupiah sudah dialokasikan un...

Nama nama syurga

Mari Belajar Nama-Nama Surga! inilahkoran.com Feb 4, 2018 5:44 AM SURGA adalah sebuah nama yang telah dikenal oleh setiap manusia, baik muslim maupun kafir sebagai tempat yang penuh dengan kenikmatan. Namun hanya muslim lah yang berhak untuk tinggal di surga, adapun orang kafir, tempat kembalinya adalah neraka. Allah Taala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya." (QS. Al-Bayyinah: 6-8) Surga berarti kebun yang di dalamnya terdapat banyak pohon dan kurma....